Exemple

“Kami sudah bagi 130 ribu itu ke puskesmas. Sudah dibagi lokasinya dan jam pelaksanaannya agar merata di semua puskesmas”

Surabaya (ANTARA) – Pendaftar vaksinasi untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas di Kota Surabaya, Jawa Timur, yang telah mendaftar melalui tautan http://bit.ly/pendaftaranvaksin18tahun per Selasa ini mencapai 180 ribu orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachamanita di Surabaya, Selasa, mengatakan dari 180 ribu orang tersebut, 130 ribu pendaftar sudah ditentukan jadwal pelaksanaan vaksinasinya oleh Dinkes.

“Kami sudah bagi 130 ribu itu ke puskesmas. Sudah dibagi lokasinya dan jam pelaksanaannya agar merata di semua puskesmas,” kata Feny sapaan akrab Febria Rachmanita.

Ia menjelaskan, sebenarnya saat mengisi formulir daring itu, warga telah menentukan lokasi mana saja yang digunakan untuk pelaksanaan vaksin.

Namun begitu, Feny memastikan ada beberapa titik lokasi yang harus di bagi ke puskesmas lain untuk mencegah penumpukan satu titik lokasi. Makanya, ia menata kembali fasilitas kesehatan (faskes) mana saja yang dinilai terlalu banyak calon pasien.

“Jadi kami pilihkan puskesmas yang tidak jauh dari lokasi yang ditentukan calon pasien saat mengisi formulir. Tetap satu wilayah kecamatan itu jaraknya pun tidak terlalu jauh dengan lokasi yang mereka pilih,” ujarnya.

Selain itu, Feny menyatakan untuk membantu menyebarluaskan informasi kepada seluruh calon peserta vaksin pihaknya juga menggandeng Halodoc untuk percepatan SMS blast. Bahkan, Feny menyebut, sebagian besar masyarakat yang melakukan pendaftaran, tidak melakukan registrasi ulang.

Padahal setelah mengisi formulir calon peserta akan menerima jawaban dan diminta melakukan registrasi ulang melalui SMS. Untuk itu, kata dia, apabila tidak melakukan registrasi ulang maka, dianggap tidak jadi mendaftar.

“Karena tidak ada konfirmasi ulang ketersediaan calon penerima vaksin. Jadi kami imbau kepada seluruh calon peserta, yang sudah daftar mohon dicek SMS-nya. Kami kirim sms itu untuk memastikan ketersediaan pasien pada hari, lokasi dan jam yang kami ditentukan,” ujarnya.

Selain itu, Kadinkes Kota Surabaya ini pun menambahkan berdasarkan data per 5 Juli, jumlah kumulatif cakupan vaksinasi sudah mencapai 1.612.629 juta jiwa. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh warga Surabaya untuk segera mendaftarkan diri secara daring.

“Dan mohon untuk yang sudah daftar jangan lupa registrasi ulang,” katanya.

Bahkan, bersamaan dengan pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat Surabaya berusia 18 tahun ke atas, Pemkot Surabaya pun juga gencar melayani vaksin bagi masyarakat yang tinggal di kawasan zona merah dan kuning tingkat RT/RW.

“Nanti para ketua RT/RW lah yang akan mendata warganya divaksinasi. Karena prinsip kita adalah percepatan pelaksanaan yang menyasar di berbagai kalangan. Apalagi yang zona merah dan kuning itu juga kami prioritaskan,” katanya. (*)

Pewarta : Abdul Hakim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2021
Read More →
Exemple

Surabaya (ANTARA) – Petugas gabungan mengamankan 145 orang pelanggar protokol kesehatan pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (5/7) malam hingga Selasa dini hari.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan bahwa petugas gabungan dari Pemkot Surabaya bersama TNI dan Polri juga menertibkan warung makan, warung kopi, dan toko yang masih beroperasi melebihi pukul 20.00 WIB.

“Dalam operasi tersebut, ditemukan beberapa warung yang masih buka. Pada saat itu juga langsung kami minta tutup,” katanya.

Sementara itu, para pengunjungnya yang langgar protokol kesehatan dan aturan jam malam saat PPKM darurat langsung dimintai KTP, didata, kemudian dibawa ke Liponsos Keputih.

Mereka yang langgar protokol kesehatan dikenai sanksi berupa tour on duty atau menyaksikan pemakaman jenazah yang meninggal karena COVID-19 pada pukul 24.00 WIB, kemudian para pelanggar itu juga memberikan pelayanan sosial kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Liponsos keesokan harinya.

“Kami tempatkan di Liponsos selama semalam, sekitar pukul 24.00 WIB. Kami ajak ke tempat pemulasaraan jenazah. Setelah itu, kami arahkan untuk melihat pemakaman dan makam warga Surabaya yang meninggal karena COVID-19,” kata Eddy.

Tepat pukul 24.00 WIB, bus yang membawa pelanggar protokol kesehatan pada saat PPKM darurat tiba di makam Keputih. Di sana mereka ditunjukkan tempat pemulasaraan jenazah dan menyaksikan langsung pemakaman jenazah yang meninggal karena COVID-19.

Tidak hanya itu, mereka pun melihat secara langsung perjuangan petugas dan tenaga kesehatan yang masih memakamkan jenazah yang meninggal karena COVID-19 hingga 24 jam.

Kasatpol PP Eddy menjelaskan bahwa hal itu untuk memberikan pelajaran agar warga percaya bahwa COVID-19 itu ada dan sedang melanda Kota Surabaya maupun dunia.

Tidak hanya itu, kata dia, sanksi ini diberikan agar menimbulkan empati sehingga mereka dan warga Surabaya sadar bahwa menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, tidak berkerumun, dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM darurat merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Kami berharap dengan ini mereka dan warga Surabaya lainnya sadar bahwa sangat penting untung menerapkan protokol kesehatan dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM darurat,” ujarnya.

Setelah dari makam Keputih, para pelanggar protokol kesehatan ini akan menginap di Liponsos Keputih, kemudian pagi hari memberikan pelayanan sosial kepada ODGJ.

Pada pukul 08.00 WIB mereka di tes usap. Bagi yang hasilnya positif akan diisolasi dan yang hasilnya negatif dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Ia pun menegaskan bahwa bagi para pelanggar yang sudah menandatangani surat pernyataan, jika mereka kembali melakukan pelanggaran kedepannya akan mendapatkan sanksi yang lebih berat.

“Sanksi berikutnya adalah kerja sosial di Liponsos selama 5 hari dan membantu pembuatan peti jenazah. Jadi, mereka tahu bahwa Pemkot Surabaya bekerja secara maksimal untuk menangani korban COVID-19,” katanya.

Pewarta : Abdul Hakim
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021
Read More →
Exemple

Read More →
Exemple

“Mudah-mudahan target kami sehari 50 ribu orang yang divaksin dapat tercapai”

Surabaya (ANTARA) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis target sehari 50 ribu orang yang divaksin COVID-19 tercapai dalam vaksinasi massal yang digelar di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Kota Surabaya, Jatim, Selasa.

Eri Cahyadi mengatakan hingga kini relawan yang tergabung dalam “Surabaya Memanggil” itu sudah mencapai 2.000 orang yang terdiri dari perwakilan anak muda, relawan, pengusaha hingga relawan medis.

“Mudah-mudahan target kami sehari 50 ribu orang yang divaksin dapat tercapai,” katanya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini terus mengajak warga Surabaya untuk mengambil bagian menjadi relawan dengan tujuan membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19 mulai dari sosialisasi protokol kesehatan (prokes) hingga percepatan vaksinasi.

Selain itu, Wali Kota Eri juga mengajak seluruh perusahaan sebisa mungkin melakukan kerja di rumah atau work from home (WFH) selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Bagi dia, dengan adanya PPKM Darurat ini, diharapkan dapat menekan penyebaran virus corona sehingga angka kenaikan kasus menurun.

“Lalu Surabaya lebih landai, masyarakat sehat dan pergerakan ekonomi pelan-pelan berjalan membaik. Itu yang kami harapkan,” ujarnya.

Ia berharap dari semua yang dilakukannya bersama seluruh elemen masyarakat menjadi bentuk ikhtiar mengatasi wabah COVID-19. Terakhir, ia meminta warga Surabaya menyempatkan diri memanjatkan doa agar pandemi COVID-19 berakhir.

Koordinator Relawan Surabaya Memanggil Aryo Seno Bagaskoro mengatakan, para relawan ini tugasnya terbagi menjadi tiga bidang sesuai kategori yang dipilih saat mendaftar, yakni, sosialisasi protokol kesehatan (prokes), pembinaan kampung wani dan kedaruratan.

Menurut dia, relawan yang paling banyak memilih bidang prokes dan pembinaan kampung wani. Sementara untuk bidang kedaruratan, memang dipilih dari para relawan yang memiliki latar belakang tersebut.

“Untuk bidang kedaruratan memiliki latar belakang medis yang nanti dilatih secara khusus oleh tenaga medis,” katanya.

Seno mengatakan para relawan diberikan pelatihan secara berkala. Pelatihan pertama digelar di Pemkot Surabaya pada Senin (5/7) diikuti 40 relawan. Ada beberapa materi pembekalan yang diberikan kepada para relawan ini, seperti, materi dasar bagaimana pemakaian baju hazmat yang sesuai, cara memandikan jenazah COVID-19 hingga menyetir ambulans di jalan raya. (*)

Pewarta : Abdul Hakim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

 

Read More →
Exemple

“Kapasitas kemampuannya sebenarnya bisa sampai 500 bed. Tapi pengiriman bed sementara 300 dulu”

Surabaya (ANTARA) – Sebanyak 300 bed atau tempat tidur bantuan dari Kementerian Sosial untuk penanganan COVID-19 mulai dipasang untuk tahap awal di Rumah Sakit (RS) Lapangan Tembak, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang, Kota Surabaya Lilik Arijanto di Surabaya, Selasa, mengatakan, saat ini sudah ada pengiriman bed bersamaaan dengan peralatan-peralatan kesehatan.

“Kapasitas kemampuannya sebenarnya bisa sampai 500 bed. Tapi pengiriman bed sementara 300 dulu,” kata Lilik.

Ia menjelaskan, rencananya di lantai II gedung Lapangan Tembak akan digunakan sebagai ruang isolasi bagi pasien OTG. Sedangkan di lantai dasar, bakal digunakan untuk penanganan-penanganan yang membutuhkan tenaga kesehatan (nakes).

“Kalau untuk penanganan-penanganan yang dengan khusus tenaga kesehatan tidak di lantai atas, tapi di lantai bawah. Kalau lantai atas kapasitasnya 100, sedangkan lantai bawah bisa 200 lebih, semua pakai bed,” ujarnya.

Tak hanya bangunan fisik yang mencapai 90 persen, Lilik menyebut, untuk fasilitas kebutuhan seperti kamar mandi dan air pun telah tersedia. Bahkan, pihaknya juga menambahkan fasilitas lain seperti tempat untuk cuci baju dan pengering pakaian.

“Sanitasi sudah disiapkan. Kebetulan memang pembuatan lapangan tembak ini kamar mandi sudah semua. Makanya kita tambahkan untuk tempat cuci baju sama pengering untuk baju pasien. Airnya PDAM sudah disambung kemarin,” kata Lilik.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya tengah melakukan pemasangan wallpaper atau vynil di setiap ruangan yang bakal dimanfaatkan untuk ruang perawatan pasien. Harapannya, warga yang menjalani perawatan atau isolasi di RS Lapangan Tembak merasa nyaman.

“Saat ini vinyl kita pasang karena memang kalau standarnya sebuah bangsal (rumah sakit) bawahnya memang harus bebas dari debu,” katanya.

Namun karena lokasinya berada di tepi pantai dan sekitarnya masih tambak, sehingga Pemkot Surabaya juga melengkapi ruangan dengan kelambu. Lilik berharap, pemasangan kelambu ini dapat membuat pasien merasa lebih nyaman tidak terganggu dengan nyamuk atau serangga-serangga kecil.

“Kelambu untuk penanganan pencegahan binatang nyamuk dan serangga dari luar, agar pasien tidak terganggu. Karena posisinya juga di daerah tepi pantai dan sekitarnya masih tambak,” katanya. (*)

Pewarta : Abdul Hakim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2021
Read More →
Exemple

“Jika ada teman kerja yang terpapar, maka wajib dilacak untuk mengetahui siapa saja kontak erat pasien”

Surabaya (ANTARA) – Perkantoran di Kota Surabaya, Jawa Timur, diwajibkan memiliki anggota tim tracing atau pelacak yang bertugas mencari kontak erat apabila ada salah seorang pegawai terkonfirmasi positif COVID-19.

“Jika ada teman kerja yang terpapar, maka wajib dilacak untuk mengetahui siapa saja kontak erat pasien,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Selasa.

Setelah ditemukan kontak erat, lanjut Eri, maka petugas tracing perkantoran wajib melaporkan melalui aplikasi dan menghubungi kelurahan maupun puskesmas setempat.  Setelah itu, petugas medis melakukan tes usap kepada mereka yang kontak erat.

Untuk itu, Eri minta setiap kantor diberikan satu tim tracing dari pegawainya.  “Semua itu kami tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Kami butuh bantuan semuanya,” ujarnya.

Bahkan, orang nomor satu di lingkup Pemkot Surabaya itu pun sudah menyiapkan aplikasi khusus bernama Dashboard Tracing Mandiri dengan tujuan menginput hasil tracing pasien dengan cara mengakses melalui laman lawancovid-19.surabaya.go.id.

“Di situ semua panduannya lengkap. Apabila ditemukan perkantoran yang tidak melakukan tracing, maka diharapkan dapat menghubungi Nomor 0821-4069-6256,” ujarnya.

Untuk memasifkan pelaksanaan tracing di wilayah perkantoran, Pemerintah Kota Surabaya telah menggelar kegiatan pelatihan tracing di lingkungan perkantoran yang diikuti oleh sekitar 900 kantor di Surabaya pada Senin (5/7).

Tidak hanya itu, Eri mengajak untuk seluruh pelaku usaha sama-sama bergandengan tangan menyelesaikan wabah dunia itu. Ia meyakini ketika pandemi COVID-19 dilewati dengan gotong-royong maka Kota Pahlawan akan segera pulih seperti sedia kala.

“Ini pilihan yang sulit, tapi ini harus saya lakukan karena nyawa warga Surabaya jauh lebih penting. Ikhtiar bersama untuk menyelamatkan orang yang kita cintai,” katanya. (*)

Pewarta : Abdul Hakim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2021
Read More →
Exemple

“Alhamdulillah, menurut saya ini yang paling relevan karena kalau di tengah kota, kadang warga juga menolak.”

Surabaya (ANTARA) – Menteri Sosial RI Tri Rismaharini menilai  Rumah Sakit Lapangan Tembak di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, cukup layak sebagai tempat isolasi bagi warga terpapar COVID-19.

“Alhamdulillah, menurut saya ini yang paling relevan karena kalau di tengah kota, kadang warga juga menolak. Kalau di sini kan jauh dari mana-mana dan jauh dari perumahan warga,” kata Tri Rismaharini saat meninjau Rumah Sakit Lapangan Tembak, Senin.

Risma menjelaskan bahwa Rumah Sakit Lapangan Tembak itu sudah cukup layak sebab dengan kondisi seperti sekarang ini sudah tidak memungkinkan. Bahkan, lanjut dia, sekarang ini memang tidak bisa memberikan sesuatu yang diinginkan oleh semuanya.

Sementara itu, Mensos Risma setelah meninjau beberapa ruangan di Rumah Sakit Lapangan Tembak itu bersyukur karena Surabaya bakal punya tempat untuk isolasi.

Meski begitu, ia berharap Rumah Sakit Lapangan Tembak itu tidak dipakai, karena ia juga berharap kasus COVID-19 di Surabaya semakin landai, sehingga tidak membutuhkan lagi rumah sakit lapangan.

“Alhamdulillah, tapi mudah-mudahan gak kepakai,” kata Mensos Risma.

Untuk itu, kata dia, Kemensos RI memberikan bantuan 250 bed dan 50 velbed untuk keperluan di Rumah Sakit Lapangan Tembak.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat mendampingi Mensos mengatakan, Rumah Sakit Lapangan Tembak itu terus dipersiapkan hingga saat ini. Beberapa perbaikan pun terus dikebut, termasuk penutupan atau sekat-sekatnya, sehingga dia berharap ketika ada pasien COVID-19 masuk, sudah bisa nyaman untuk ditinggali.

“Sekarang sudah sekitar 90 persen persiapannya, dan terus kami kebut,” kata  Eri.

Ia juga memastikan bahwa bantuan dari Kemensos RI itu akan langsung dipasang di Rumah Sakit Lapangan Tembak. Sebab, ia ingin IGD dan beberapa ruangan akan segera difungsikan terlebih dahulu, kemudian ruangan lainnya akan menyusul.

“Sudah banyak yang menyampaikan untuk masuk ke situ, banyak antre. Bahkan, di Hotel Asrama Haji itu sudah ada 700 yang antre. Kalau nanti sudah dibuka, maka kami ambil yang parah dulu, kalau OTG di Asrama Haji dan di rumah,” ujarnya. (*)

Pewarta : Abdul Hakim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2021
Read More →
Exemple

07 Juli 2021 09:06 WIB
Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id – SURABAYA: Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia, mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, Jawa-Bali, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali menegaskan, bahwa pihaknya siap bekerjasama dengan pemerintah, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat terkait pemberlakuan PPKM Darurat, yang berlangsung kurang lebih dua pekan mendatang.

Oleh karena itu, lanjut Mohammad Ali, LPKAN Indonesia siap mengawal program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah lonjakan kasus Covid-19, di antaranya pemberian dana stimulus program PEN seiring adanya penerapan PPKM Darurat.

“Kami siap memberikan masukan kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas bagi penyelenggara negara yang sengaja memanfaatkan anggaran kedaruratan Covid-19 ini yang tidak sesuai nomenklatur keuangan negara dan peraturan yang berlaku,” tegas Ali kepada wartawan di Surabaya, Rabu (7/7/2021).

LPKAN Indonesia juga meminta pemerintah melalui lembaga penegak hukum untuk memperketat pengawasan bantuan anggaran penanggulangan ekonomi akibat pandemi.

Dengan demikian, kata Muhamad Ali, bantuan tersebut tepat sasaran, sehingga masyarakat penerima manfaat tidak dirugikan oleh oknum “berdasi” yang sengaja memanfaatkan situasi pandemi ini.

Pihaknya juga mendorong penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan penyelewengan dana Bansos. Baik itu melalui program bantuan langsung tunai (BLT) maupun bantuan pangan non tunai (BPNT).

Hal tersebut dikatakan Mohammad Ali, menyusul adanya dugaan penyalahgunaan dana Bansos tersebut sempat viral yang baru-baru ini ditemukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini  di Malang, Jawa Timur.

Menurut Mohammad Ali, tidak menutup kemungkinan penyelewengan-penyelewengan dana tersebut bisa saja terjadi di daerah lain di seluruh Indonesia.

“DPP LPKAN Indonesia berharap agar pihak Kepolisian bertindak tegas dengan kejadian tersebut, agar masyarakat yang terdampak dari virus Corona dapat merasakan bantuan dari pemerintah, dan meringankan beban hidupnya,” imbuh Mohammad Ali.

Pihaknya juga berharap agar virus varian baru Corona tersebut segera bisa diantisipasi pemerintah oleh sehingga pemulihan ekonomi masyarakat segera kembali berjalan lancar.

Pada kesempatan itu, DPP LPKAN Indonesia juga turut mengevaluasi terkait pelaksanaan program 1 Juta vaksin per hari pada bulan Juli oleh pemerintah.

“Kami berharap pelaksanaan vaksin gratis tidak terpusat pada satu titik, melainkan dapat tersebar merata di seluruh desa, kecamatan. Baik kota maupun kabupaten di seluruh Indonesia. Hal itu agar tidak menimbulkan cluster baru akibat kerumunan warga mengantri demi mendapatkan vaksin gratis,” ujar Mohammad Ali.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto

Read More →
Exemple

M Sahlan | Rabu, 07/07/2021 10:04 WIB

Surabaya, Jurnas.com – Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia ikut mengawal kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, Jawa-Bali, 3-20 Juli 2021.

Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali menegaskan, pihaknya siap bekerjasama dengan pemerintah, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat terkait pemberlakuan PPKM Darurat dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, lanjut Mohammad Ali, LPKAN Indonesia siap mengawal program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah lonjakan kasus Covid-19, di antaranya pemberian dana stimulus program PEN seiring adanya penerapan PPKM Darurat.

“Kami siap memberikan masukan kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas bagi penyelenggara negara yang sengaja memanfaatkan anggaran kedaruratan Covid-19 ini yang tidak sesuai nomenklatur keuangan negara dan peraturan yang berlaku,” tegas Ali kepada wartawan di Surabaya, Rabu (7/7/2021).

Read More →
Exemple

Surabaya, Mediakarya.id – Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia, mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, Jawa-Bali, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali menegaskan, bahwa pihaknya siap bekerjasama dengan pemerintah, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat terkait pemberlakuan PPKM Darurat, yang berlangsung kurang lebih dua pekan mendatang.

Oleh karena itu, lanjut Mohammad Ali, LPKAN Indonesia siap mengawal program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah lonjakan kasus Covid-19, di antaranya pemberian dana stimulus program PEN seiring adanya penerapan PPKM Darurat.

“Kami siap memberikan masukan kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas bagi penyelenggara negara yang sengaja memanfaatkan anggaran kedaruratan Covid-19 ini yang tidak sesuai nomenklatur keuangan negara dan peraturan yang berlaku,” tegas Ali kepada wartawan di Surabaya, Rabu (7/7/2021).

LPKAN Indonesia juga meminta pemerintah melalui lembaga penegak hukum untuk memperketat pengawasan bantuan anggaran penanggulangan ekonomi akibat pandemi.

Dengan demikian, kata Muhamad Ali, bantuan tersebut tepat sasaran, sehingga masyarakat penerima manfaat tidak dirugikan oleh oknum “berdasi” yang sengaja memanfaatkan situasi pandemi ini.

Pihaknya juga mendorong penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan penyelewengan dana Bansos. Baik itu melalui program bantuan langsung tunai (BLT) maupun bantuan pangan non tunai (BPNT).

Hal tersebut dikatakan Mohammad Ali, menyusul adanya dugaan penyalahgunaan dana Bansos tersebut sempat viral yang baru-baru ini ditemukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini di Malang, Jawa Timur.

Menurut Mohammad Ali, tidak menutup kemungkinan penyelewengan-penyelewengan dana tersebut bisa saja terjadi di daerah lain di seluruh Indonesia.

“DPP LPKAN Indonesia berharap agar pihak Kepolisian bertindak tegas dengan kejadian tersebut, agar masyarakat yang terdampak dari virus Corona dapat merasakan bantuan dari pemerintah, dan meringankan beban hidupnya,” imbuh Mohammad Ali.

Pihaknya juga berharap agar virus varian baru Corona tersebut segera bisa diantisipasi pemerintah oleh sehingga pemulihan ekonomi masyarakat segera kembali berjalan lancar.

Pada kesempatan itu, DPP LPKAN Indonesia juga turut mengevaluasi terkait pelaksanaan program 1 Juta vaksin per hari pada bulan Juli oleh pemerintah.

“Kami berharap pelaksanaan vaksin gratis tidak terpusat pada satu titik, melainkan dapat tersebar merata di seluruh desa, kecamatan. Baik kota maupun kabupaten di seluruh Indonesia. Hal itu agar tidak menimbulkan cluster baru akibat kerumunan warga mengantri demi mendapatkan vaksin gratis,” ujar Mohammad Ali. (AEP)

Read More →
WhatsApp